Terakreditasi Paripurna, RSUD Ar Rozy Siap Jalankan Pelayanan Prima
Terakreditasi Paripurna, RSUD Ar Rozy Siap Jalankan Pelayanan Prima
Sebagai fasilitas
kesehatan, kehadiran RSUD Ar Rozy diharapkan menjadi sebuah pusat layanan kesehatan
terbaik di Kota Probolinggo. Masyarakat Kota Probolinggo sangat berharap rumah sakit
yang baru beroperasi sejak 24 Desember 2023 itu, menjadi tempat rujukan terbaik
di Kota Mangga. Harapan Masyarakat ini menjadi semangat seluruh pelayan
masyarakat di RSUD Ar Rozy untuk mewujudkan pelayanan kesehatan paripurna.
Demi mewujudkan
pelayanan prima di RSUD Ar Rozy, manajemen RSUD Ar Rozy telah menyiapkan dengan
baik baik itu perizinan, dokumen, tenaga kesehatan, maupun sarana dan
prasarana. Untuk memastikan semua sudah sesuai dengan standart, Manajemen RSUD
Ar Rozy menggandeng Lembaga Akrreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna
(LARS DHP). LARS DHP adalah salah satu lembaga independen pelaksana akreditasi
(LIPA).
Sebelum
pelaksanaan akreditasi, RSUD Ar Rozy mengundang LARS DHP untuk melakukan
simulasi survei akreditasi. Hadir sebagai penyurvei dr. Moch. Jasin dari RSUD
dr. H. Koesnadi Bondowoso, serta dr. Domica Herijana dari RSUD dr. Hasan
Sadikin Bandung. Simulasi survei sendiri dilaksanakan pada 20 Januari 2024 dengan
metode dalam jaringan (daring), dan survei lokasi pada 26 dan 27 Januari 2024.
Hasil dari
survei simulasi (sursim) akreditasi tersebut kemudian dijadikan dasar bagi RSUD
Ar Rozy untuk melakukan perbaikan. Selama dua bulan, kelompok kerja (pokja)
akreditasi dan manajemen RSUD Ar Rozy bekerja melengkapi semua dokumen, sarana
dan prasarana yang harus dipenuhi rumah sakit. Tim yang digawangi direktur dr.
Abraar HS. Kuddah ini “dikarantina” dan tidak diperkenankan mengambil cuti.
Minggu kedua
maret 2024, (14/3) RSUD Ar Rozy memulai akreditasinya dengan metode daring,
untuk pembuktian dokomen-dokumen rumah sakit. Survei lokasi dilaksanakan pada 19
dan 20 Maret 2024. LARS DHP menugaskan penyurvei yang berbeda dengan yang
mereka tugaskan saat sursim. Hadir dalam kesempatan itu, dr. Bahrul Anwar
mantan direktur RSUD di Sukabumi Jawa Barat, serta dr. Roudhotul Ismaillya Noor
dari RSUD Blambangan, Banyuwangi.
Di hari pertama
sebelum melakukan survei, dr. Bahrul menegaskan bahwa sangat sulit rumah sakit
baru langsung menyandang status paripurna. Selain itu, lembaga akreditasinya
juga sangat selektif dan teliti dalam menilai, jadi tidak mudah mewujudkan
keinginan RSUD Ar Rozy menjadi rumah sakit dengan status paripurna. Hal itu
menjadi semangat segenap civitas hospitalia RSUD Ar Rozy untuk mewujudkan
tantangan para penyurvei.
Setelah survei
selesai, ada beberapa catatan yang harus diselesaikan RSUD Ar Rozy selama 3
hari. Waktu yang sangat singkat untuk memenuhi semua permintaan para penyurvei.
Namun itu semua terbayar lunas. 18 April 2024, Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia Bersama LARS DHP menerbitkan sertifikat akreditasi untuk RSUD Ar Rozy
dengan status paripurna. Sertifikat ditandatangani oleh Dirjen Pelayanan
Kesehatan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya serta Direktur Utama LARS DHP dr. R. Heru
Aryadi. (hmz)