PROBOLINGGO
— RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo terus memperkuat layanan kesehatan bagi
masyarakat. Salah satu layanan yang segera hadir adalah Hemodialisa, dengan kapasitas
11 bed, yang dipersiapkan melalui renovasi Ruang Hemodialisa di lantai 2 Gedung
D1.
Persiapan
renovasi memasuki tahap koordinasi teknis dan administrasi. Rapat persiapan
pekerjaan digelar di Ruang Pertemuan RSUD Ar Rozy, Jumat (14/8/2026), sebelum
pekerjaan dilaksanakan oleh PT Wahana Rizky Gumilang.
Kepala
Seksi Pelayanan Medis RSUD Ar Rozy, dr. Isna Hajar Mursyidah, mengatakan
renovasi dilakukan pada bangunan lantai 2 gedung D1 yang telah tersedia.
Pekerjaan difokuskan pada penataan ruang, pembuatan sekat dan interior, serta
penyesuaian berbagai instalasi yang dibutuhkan untuk mendukung operasional
layanan Hemodialisa.
“Nantinya
Ruang Hemodialisa ini memiliki kapasitas 11 bed. Persiapannya kami lakukan
dengan memperhatikan agar proses renovasi tidak mengganggu pelayanan yang
sedang berjalan di RSUD Ar Rozy,” ujar Isna.
Renovasi
tersebut ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Dengan demikian,
RSUD Ar Rozy semakin dekat untuk memiliki layanan Hemodialisa sebagai bagian
dari pengembangan pelayanan rumah sakit.
Dari
pihak pelaksana, Sigit Purnomo, Pelaksana Pekerjaan dari PT Wahana Rizky
Gumilang, menyampaikan bahwa tim telah melakukan survei dan marking di
lokasi.

Tahapan
selanjutnya akan memasuki pekerjaan mechanical, electrical, and plumbing (MEP).
Pekerjaan tersebut mencakup instalasi listrik baru, plumbing atau saluran air,
penataan ruang panel, serta penyesuaian kebutuhan tegangan listrik.
“Untuk
minggu depan kami mulai pekerjaan MEP. Dari pekerjaan MEP ini juga akan
dibicarakan site management plan, termasuk penempatan material dan akses
material,” kata Sigit.
Pengaturan
tersebut dinilai penting karena lokasi renovasi berada di dalam lingkungan
rumah sakit yang tetap menjalankan aktivitas pelayanan.
Tim
pelaksana juga mempersiapkan dokumen approval drawing. Setiap pekerjaan
pemasangan akan terlebih dahulu diajukan untuk mendapatkan persetujuan. Apabila
dalam prosesnya terdapat perubahan atau penambahan dari gambar yang telah
disepakati, usulan tersebut akan diajukan kembali untuk mendapatkan approval.
Selain
aspek teknis, kelengkapan administrasi menjadi perhatian dalam rapat persiapan
tersebut. Reny Wijayanti, Kepala Seksi Pelayanan Penunjang RSUD Ar Rozy,
mengingatkan agar berbagai dokumen administrasi yang dipersyaratkan telah
diselesaikan sebelum proses pekerjaan berlangsung.
Menurut
Reny, kelengkapan dokumen administrasi merupakan bagian krusial dalam
pelaksanaan pembangunan di lingkungan pemerintahan. Papan pengumuman
pelaksanaan proyek juga perlu disiapkan sebagai bentuk informasi kepada
masyarakat dan pengguna layanan bahwa sedang berlangsung pekerjaan renovasi di
lingkungan RSUD Ar Rozy. Pihak PT Wahana Rizky Gumilang memastikan seluruh
dokumen yang dipersyaratkan telah diselesaikan.
Sementara
itu, Deny Prio Livanto, Teknisi Elektromedis yang juga turut serta dalam proses
pekerjaan Pembangunan ini meminta agar para pekerja yang terlibat dilengkapi
dengan surat tugas. Hal tersebut diperlukan untuk mendukung koordinasi dan
pengawasan personel selama pekerjaan berlangsung.
Aspek
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) juga menjadi perhatian utama. Siti Aisyah
dari PPI menyampaikan pentingnya pengaturan alur barang dan pekerja selama
proses renovasi. Pengaturan tersebut dilakukan untuk meminimalkan debu yang
berpotensi mengganggu lingkungan rumah sakit dan pelayanan pasien.

Salah
satu kesepakatan adalah pengangkutan material dilakukan pada Sabtu dan Minggu.
Seluruh material yang diangkut juga harus ditutup sehingga potensi penyebaran
debu dapat diminimalkan. Pengaturan akses material dan pekerja menjadi bagian
dari site management plan yang akan diselaraskan antara pihak pelaksana
dan rumah sakit.
Setelah
seluruh agenda pembahasan selesai, tim kemudian melakukan tinjauan langsung ke
lokasi Ruang Hemodialisa di lantai 2 Gedung D1.
Peninjauan
tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan, lokasi pekerjaan, akses
material, area kerja, serta berbagai kebutuhan teknis yang telah dibahas dalam
rapat, dapat diterapkan secara tepat.
Rapat
persiapan tersebut melibatkan berbagai unsur rumah sakit dan pelaksana, mulai
dari manajemen RSUD Ar Rozy, SPI, pelayanan pasien, DPJP Hemodialisa, PPI,
K3RS, IPSRS, ahli teknik elektromedik, unsur keamanan dan kebersihan, hingga
tim vendor PT Wahana Rizky Gumilang.
Kehadiran
layanan Hemodialisa dengan 11 bed nantinya diharapkan semakin memperkuat
kemampuan RSUD Ar Rozy dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan renovasi yang
dipersiapkan secara matang, mulai dari aspek teknis, administrasi, keselamatan
kerja hingga pengendalian infeksi, RSUD Ar Rozy kini semakin dekat untuk
menghadirkan layanan Hemodialisa bagi masyarakat Kota Probolinggo.
Keputusan menempatkan Ruang Hemodialisa di lantai 2 Gedung D1 tidak dilakukan secara tiba-tiba.
Sebelumnya, RSUD Ar Rozy telah melakukan koordinasi dengan PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) Korwil Malang di Malang pada 9 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD Ar Rozy dr. Mohammad Ali Yusni, Sp.B., bersama tim RSUD Ar Rozy ditemui langsung oleh Ketua PERNEFRI Korwil Malang, Dr. dr. Atma Gunawan, Sp.PD-KGH, FINASIM.
Dalam masterplan awal, Ruang Hemodialisa RSUD Ar Rozy direncanakan berada di lantai 3 Gedung D1. Namun, berdasarkan rekomendasi PERNEFRI, ruang HD disarankan berada di lantai 2.
Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kebutuhan layanan Hemodialisa terhadap kecukupan suplai air bersih, sekaligus meminimalkan risiko apabila terjadi kebocoran pada sistem Reverse Osmosis (RO) yang menjadi bagian penting dalam penyediaan air untuk pelayanan Hemodialisa.
Atas pertimbangan tersebut, akhirnya disepakati bahwa Ruang Hemodialisa RSUD Ar Rozy ditempatkan di lantai 2 Gedung D1. Selain sesuai dengan rekomendasi teknis, ruangan di lantai tersebut juga masih dalam kondisi kosong sehingga dapat dipersiapkan untuk mendukung layanan baru.