RSUD Ar Rozy Studi Tiru Pengelolaan Sampah Organik ke Bee Jay Bakau Resort

RSUD Ar Rozy Studi Tiru Pengelolaan Sampah Organik ke Bee Jay Bakau Resort

RSUD Ar Rozy melaksanakan kegiatan studi tiru terkait pengelolaan sampah organik menggunakan maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) ke Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Studi tiru tersebut dilaksanakan di kawasan Bee Jay Bakau Resort, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata edukatif di Kota Probolinggo sekaligus memiliki praktik pengelolaan sampah organik berbasis maggot yang sudah berjalan dengan baik. Rombongan RSUD Ar Rozy disambut langsung oleh Hasan, Koordinator Manajer BJBR dan mendapatkan pemaparan mengenai proses budidaya maggot, mulai dari pengolahan sampah organik, perawatan larva, hingga pemanfaatan hasil budidaya.

Direktur RSUD Ar Rozy, dr. Mohammad Ali Yusi, Sp.B., turut hadir dalam kegiatan ini. Direktur yang juga berprofesi sebagai dokter ahli bedah itu  menyampaikan bahwa pengelolaan sampah, khususnya sampah organik, menjadi tantangan tersendiri bagi fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang tidak hanya efektif tetapi juga mendukung prinsip ramah lingkungan.

“Pengelolaan sampah berbasis maggot seperti yang diterapkan di BJBR ini sangat inspiratif. Kami berharap praktik baik ini dapat diadaptasi dan dikembangkan di RSUD Ar Rozy sebagai bagian dari komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Apalagi tahun ini Instalasi Gizi kami sudah mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan gizi pasien secara mandiri,” ujar Direktur RSUD Ar Rozy di sela kegiatan.

Melalui studi tiru ini, RSUD Ar Rozy berharap memperoleh wawasan dan pengalaman praktis yang dapat menjadi dasar dalam merancang sistem pengelolaan sampah organik di lingkungan rumah sakit. Ke depan, diharapkan inovasi ini tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekologis dan edukatif. (Hmz)


LINK TERKAIT