RSUD Ar Rozy Kembangkan e-Clinical Pathway "CP SMART OZY" untuk Perkuat Kendali Mutu dan Kendali Biaya Pelayanan
RSUD Ar Rozy Kembangkan e-Clinical Pathway "CP SMART OZY" untuk Perkuat Kendali Mutu dan Kendali Biaya Pelayanan
RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo
terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui transformasi
digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan
Bimbingan Teknis Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Clinical Pathways Diagnosa
Multipel pada 19–20 Mei 2025 di Ruang Pertemuan RSUD Ar Rozy.
Kegiatan ini menghadirkan Dr.
dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua, pakar Clinical Quality Management
dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam pengembangan mutu pelayanan
kesehatan. Bimbingan teknis diikuti oleh dokter spesialis, dokter umum, tenaga
kesehatan, Komite Medik, Komite Mutu, serta jajaran manajemen RSUD Ar Rozy.
Dalam paparannya, Dr. Hanevi
menjelaskan bahwa Clinical Pathway merupakan instrumen penting dalam clinical
governance untuk memastikan pelayanan pasien berjalan secara terstandar,
berbasis bukti ilmiah, efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan
pasien.
"Clinical Pathway bukan
hanya dokumen, tetapi alat kendali mutu pelayanan yang harus benar-benar
diterapkan dalam praktik sehari-hari. Implementasi yang konsisten akan
mengurangi variasi pelayanan, meningkatkan koordinasi antarprofesi, dan
memberikan hasil klinis yang lebih baik bagi pasien," jelas
Dr. Hanevi.
Sebagai tindak lanjut dari
bimbingan teknis ini, RSUD Ar Rozy tengah mengembangkan implementasi Clinical
Pathway yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
Khanza. Inovasi tersebut diwujudkan dalam bentuk e-Clinical Pathway dengan
branding CP SMART OZY (Clinical Pathway Smart Ar Rozy).
Melalui CP SMART OZY, seluruh
alur pelayanan pasien akan terdigitalisasi dan terintegrasi dengan rekam medis
elektronik serta SIMRS Khanza. Digitalisasi ini diharapkan mampu memudahkan
tenaga kesehatan dalam menerapkan Clinical Pathway, memantau kepatuhan
terhadap standar pelayanan, serta melakukan evaluasi secara lebih cepat dan
akurat.
Direktur RSUD Ar Rozy Kota
Probolinggo, dr. Abraar HS. Kuddah, Sp.B, menyampaikan bahwa pengembangan CP
SMART OZY merupakan salah satu inovasi strategis rumah sakit dalam mendukung
transformasi digital pelayanan kesehatan.
"Kami tidak ingin
Clinical Pathway hanya menjadi dokumen yang tersimpan di lemari. Melalui CP
SMART OZY, Clinical Pathway akan menjadi bagian dari proses pelayanan yang
terintegrasi dengan SIMRS Khanza sehingga dapat digunakan sebagai alat kendali
mutu sekaligus kendali biaya dalam perawatan pasien. Dengan sistem yang
terdigitalisasi, kepatuhan terhadap standar pelayanan dapat dipantau secara
real time dan menjadi dasar evaluasi berkelanjutan," ujar
dr. Abraar.
Lebih lanjut, direktur
menjelaskan bahwa implementasi CP SMART OZY diharapkan mampu meningkatkan
efisiensi pelayanan, mengurangi variasi tindakan yang tidak diperlukan,
memperkuat koordinasi antarprofesi, serta mendukung pengendalian biaya
pelayanan tanpa mengurangi mutu pelayanan kepada pasien.
Pengembangan inovasi ini juga
menjadi bagian dari komitmen RSUD Ar Rozy dalam mendukung transformasi digital
rumah sakit, meningkatkan indikator mutu pelayanan, serta mewujudkan pelayanan
kesehatan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berpusat pada pasien.
Melalui sinergi antara
penguatan kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi,
RSUD Ar Rozy optimistis CP SMART OZY akan menjadi salah satu inovasi unggulan
rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkelanjutan,
dan sesuai dengan perkembangan sistem kesehatan modern.
Plt. Kepala Bidang Pelayanan
Medik, Penunjang Medik, dan Kefarmasian RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo, dr. Isna
Hajar Mursyidah, menjelaskan bahwa bimbingan teknis ini menjadi momentum
penting untuk memulai pengembangan digitalisasi Clinical Pathway di RSUD
Ar Rozy. Dari kegiatan tersebut mulai dirancang embrio inovasi CP SMART OZY
(Clinical Pathway Smart Ar Rozy) yang akan mengintegrasikan implementasi Clinical
Pathway dengan SIMRS Khanza.
"Selama ini Clinical
Pathway umumnya masih disusun dalam bentuk dokumen yang penggunaannya belum
sepenuhnya terintegrasi dengan proses pelayanan. Melalui pendampingan dari Dr.
Hanevi Djasri, kami mulai membangun embrio CP SMART OZY, yaitu digitalisasi
Clinical Pathway yang terintegrasi dengan SIMRS Khanza. Harapannya, Clinical
Pathway tidak lagi hanya menjadi dokumen akreditasi, tetapi benar-benar menjadi
alat kendali mutu dan kendali biaya yang mendampingi tenaga kesehatan dalam
memberikan pelayanan kepada pasien," ujar dr. Isna.
Menurutnya, pengembangan CP
SMART OZY akan dilakukan secara bertahap melalui penyusunan Clinical Pathway
yang terstandar, integrasi dengan rekam medis elektronik dan SIMRS Khanza,
hingga pengembangan fitur monitoring kepatuhan, evaluasi luaran klinis, dan
analisis efisiensi biaya pelayanan. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi
transformasi digital tata kelola klinis di RSUD Ar Rozy sekaligus memperkuat
budaya mutu yang berkelanjutan.