Kota Probolinggo – RSUD Ar
Rozy Kota Probolinggo memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tahun 2026
dengan menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk "Sayang Anak,
Lindungi dan Bangun Masa Depan" yang diikuti oleh 100 peserta, terdiri
atas siswa dan guru pendamping dari seluruh SMP Negeri dan SMP Swasta se-Kota
Probolinggo, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di
Aula RSUD Ar Rozy tersebut menjadi wujud nyata komitmen rumah sakit dalam
mendukung pembangunan generasi muda yang sehat, cerdas, tangguh, serta memiliki
kepedulian terhadap keselamatan sesama. Melalui kolaborasi antara sektor
kesehatan dan pendidikan, para pelajar mendapatkan pembekalan mengenai
kesehatan jantung, pola hidup sehat, hingga keterampilan Bantuan Hidup Dasar
(BHD) yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini
Sayekti, S.K.M., M.Si., Direktur RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo dr. Mohammad Ali
Yusni, Sp.B., para dokter spesialis dan dokter umum sebagai narasumber, serta
guru pendamping dari seluruh SMP Negeri dan SMP Swasta se-Kota Probolinggo.
Sebelum kegiatan dibuka secara
resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini
Sayekti, S.K.M., M.Si., memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh
peserta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada RSUD Ar Rozy
atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan yang melibatkan
pelajar dari berbagai sekolah di Kota Probolinggo.
"Saya mengapresiasi RSUD
Ar Rozy Kota Probolinggo yang telah menginisiasi kegiatan edukasi kesehatan
dalam rangka Hari Anak Nasional. Kegiatan seperti ini sangat positif karena
tidak hanya menambah pengetahuan peserta didik mengenai pentingnya menjaga
kesehatan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan Bantuan Hidup Dasar
yang suatu saat dapat menyelamatkan nyawa. Semoga kolaborasi antara dunia
pendidikan dan kesehatan seperti ini terus berlanjut untuk membentuk generasi
Kota Probolinggo yang sehat, cerdas, peduli, dan berkarakter," ujar
Setiorini Sayekti.
Kegiatan kemudian dibuka
secara resmi oleh Direktur RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo, dr. Mohammad Ali
Yusni, Sp.B. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Hari Anak Nasional
bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian
terhadap tumbuh kembang anak melalui pendidikan dan kesehatan.
"Anak-anak adalah aset
dan investasi terbesar bangsa. Karena itu, menjaga kesehatan harus dimulai
sejak usia dini. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan bekal kepada para
pelajar agar memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung, menerapkan pola
hidup sehat, sekaligus memiliki kemampuan dasar memberikan pertolongan pertama
saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Kami berharap mereka dapat menjadi
pelopor hidup sehat sekaligus agen penyelamat di lingkungan sekolah maupun
masyarakat," tutur dr. Mohammad Ali Yusni.
Memasuki sesi materi,
narasumber pertama dr. Cik Kahadi, Sp.JP., FIHA menyampaikan materi
"Jantung Sehat Dimulai dari Sekarang". Dalam paparannya, peserta
diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia remaja melalui
pola makan bergizi, aktivitas fisik yang cukup, serta menghindari berbagai
faktor risiko penyakit jantung.
"Penyakit jantung tidak
lagi identik dengan usia lanjut. Gaya hidup yang tidak sehat sejak remaja dapat
meningkatkan risiko penyakit jantung di masa depan. Karena itu, biasakan makan
bergizi, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan jauhi rokok maupun rokok
elektronik sebagai investasi kesehatan jangka panjang," jelas dr. Cik
Kahadi.
Materi berikutnya disampaikan
oleh dokter spesialis anak RSUD Ar Rozy, dr. Dwi Agustina Ramadani, Sp.A.,
dengan tema "Sehat Tanpa Ribet, Langkah Kecil untuk Remaja Hebat".
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya gizi
seimbang, aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari, tidur yang cukup,
menjaga kesehatan mental, membatasi screen time, serta membangun
kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja.
"Menjadi sehat tidak
harus dimulai dari perubahan yang besar. Kebiasaan sederhana seperti sarapan
setiap hari, minum air putih yang cukup, aktif bergerak, tidur tepat waktu,
serta membatasi penggunaan gawai merupakan langkah kecil yang akan memberikan
manfaat besar bagi kesehatan anak dan remaja hingga dewasa nanti," ungkap
dr. Dwi Agustina Ramadani, Sp.A.
Sesi terakhir diisi oleh dr.
Muhammad Rahman Ramadani yang menyampaikan materi Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai langkah-langkah dasar penanganan
kegawatdaruratan, mulai dari memastikan lokasi aman, memeriksa respons korban,
meminta bantuan, mengecek nadi dan pernapasan, hingga melakukan Resusitasi
Jantung Paru (CPR). Peserta juga mempraktikkan teknik penanganan sumbatan jalan
napas sebagai bekal memberikan pertolongan pertama sebelum tenaga kesehatan
tiba di lokasi.
"Dalam keadaan darurat,
setiap detik sangat berarti. Kami berharap seluruh peserta tidak hanya memahami
teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertindak sesuai kemampuan.
Mengenali kondisi darurat, segera meminta bantuan, dan memberikan pertolongan
pertama yang benar dapat meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum
mendapatkan penanganan medis," terang dr. Muhammad Rahman Ramadani.
Setelah seluruh materi selesai
disampaikan, suasana kegiatan semakin semarak melalui berbagai games edukatif
yang menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima. Kegiatan
kemudian ditutup dengan Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD), di mana 100 peserta
dibagi menjadi lima kelompok untuk mempraktikkan teknik pertolongan pertama
yang telah dipelajari.
Dalam perlombaan tersebut,
para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka bekerja sama dalam tim,
berkomunikasi dengan baik, serta menerapkan prosedur Bantuan Hidup Dasar sesuai
materi yang telah diajarkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi
pembelajaran, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kepedulian, dan
semangat gotong royong di antara para pelajar.
Direktur RSUD Ar Rozy berharap
kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara dunia
kesehatan dan dunia pendidikan dalam mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan
siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Peringatan Hari Anak Nasional
2026 di RSUD Ar Rozy menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas secara
menarik, interaktif, dan menyenangkan. Melalui pembelajaran yang aplikatif,
para pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang
diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam menjaga kesehatan diri sendiri
maupun memberikan pertolongan kepada orang lain ketika menghadapi situasi
kegawatdaruratan.