Gelar Workshop, RSUD Ar Rozy Ingin Pastikan Tata Udara Ruang Yang Sehat

Meningkatkan wawasan tentang kebersihan dan pengendalian penyebaran infeksi nosokomial dengan Workshop Sistem Tata Udara Ruang di Fasilitas Kesehatan RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh dari rumah sakitInfeksi ini tidak diderita pasien saat masuk ke rumah sakit melainkan setelah ± 72 jam berada di rumah sakit. Tenaga Kesehatan, baik itu dokter, perawat, bidan, dan semua yang bekerja di rumah sakit wajib memahami bahaya infeksi ini. Salah satu yang harus diperhatikan adalah tata udara ruang di rumah sakit.

Sebagai fasilitas Kesehatan yang baru beroprasi akhir tahun lalu, RSUD Ar Rozy merasa perlu untuk memberi pemahaman bagi seluruh tenaganya terkait sistem tata udara ruangnya. Jumat (28/6), RSUD Ar Rozy menggelar Workshop Sistem Tata Udara Ruang, di area lobby rumah sakit ini. Sebanyak 65 peserta perwakilan dokter, perawat, bidan, tenaga Kesehatan lain, manajemen rumah sakit, sampai tenaga kebersihan dan tenaga keamanan ikut serta dalam workshop tersebut.

Aziza Ariyani, hadir sebagai pembicara menyebutkan bahwa syarat tata udara yang baik memiliki temperature 20°C – 24°C dengan kelembaban udara 40–60 %. Kondisi ini akan mengeliminiasi jamur dan bakteri. Apabila ada AC, atau ekshaus fan di ruang pemeriksaan, harus mengarah dari dokter dan perawat menuju pasien.

Dokter yang juga menjadi member reviewer Internasional Journal Infection Control (IJIC) tersebut menjelaskan bahwa lingkungan fisik yang dibangun paling tidak harus memperhatikan beberapa hal. Di antaranya, meningkatkan hasil klinis, mengurangi kesalahan medis, serta mengurangi biaya Kesehatan. Selain itu, yang lebih penting adalah mengurangi stress pada pasien serta petugas.

Direktur RSUD Ar Rozy, dr. Abraar HS Kuddah menjelaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh keahlian medis dan perawatan. Keberadaan fasilitas yang memadai dan standar keselamatan yang tinggi.juga memiliki peran yang signifikan dalam menentukan keberhasilan pelayanan di rumah sakit.

Dokter spesialis bedah itu juga menjelaskan, sebagai fasilitas pelayanan Kesehatan, RSUD Ar Rozy memikiki resiko yang cukup besar terhadap gangguan Kesehatan karyawannya. “Resiko gangguan Kesehatan dan keselamatan SDM cukup besar. Juga resiko terhadap pasien, pendamping pasien, serta pengunjung rumah sakit. Ini harus kita perhatikan betul,” ujar Abraar. (Zah)

LINK TERKAIT