Dari Sampah Jadi Manfaat, BATIK MANGGUR BERSOLEK Ubah Wajah Pengelolaan Lingkungan di RSUD Ar Rozy

RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo menghadirkan inovasi BATIK MANGGUR BERSOLEK (limBAh domesTIK berMAnfaat bagi liNGkungan denGan Upaya Bank Sampah Ar Rozy BERinovatif-SOLutif-EKonomis) sebagai upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Melalui inovasi ini, seluruh civitas rumah sakit dilibatkan dalam proses pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui Bank Sampah Ar Rozy Insani. Direktur RSUD Ar Rozy Kota Pro

KOTA PROBOLINGGO – Komitmen RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan tidak hanya diwujudkan melalui layanan medis, tetapi juga melalui inovasi pengelolaan lingkungan. Rumah sakit ini menghadirkan BATIK MANGGUR BERSOLEK (limBAh domesTIK berMAnfaat bagi liNGkungan denGan Upaya Bank Sampah Ar Rozy BERinovatif-SOLutif-EKonomis), sebuah inovasi pengelolaan sampah domestik berbasis bank sampah yang mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Direktur RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo, dr. Muhammad Ali Yusni, Sp.B., FINACS, mengatakan bahwa BATIK MANGGUR BERSOLEK merupakan bentuk nyata komitmen rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

"Rumah sakit tidak hanya bertanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. Melalui BATIK MANGGUR BERSOLEK, kami ingin membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, memberikan nilai ekonomi, sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujar dr. Muhammad Ali Yusni.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut lahir sebagai respons terhadap tingginya timbulan sampah nasional serta perlunya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya. Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, RSUD Ar Rozy memandang bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik. Atas dasar itu, rumah sakit membentuk Bank Sampah Ar Rozy Insani sebagai wadah pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah domestik agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Melalui BATIK MANGGUR BERSOLEK, seluruh civitas rumah sakit, mulai dari pegawai hingga masyarakat dan pengunjung, dilibatkan dalam proses pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik diolah menjadi pupuk menggunakan komposter, biopori, dan maggot, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali melalui Bank Sampah Ar Rozy Insani. Pendekatan tersebut tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mendukung penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan lingkungan.
Menurut dr. Muhammad Ali Yusni, salah satu keunggulan BATIK MANGGUR BERSOLEK adalah keterlibatan seluruh elemen rumah sakit dalam membangun budaya peduli lingkungan. Inovasi ini juga menjadi satu-satunya program bank sampah di lingkungan organisasi perangkat daerah atau rumah sakit di Kota Probolinggo yang telah berjalan secara terstruktur dan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan pencatatan hasil pengelolaan sampah dilakukan secara akurat.

"Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi sumber daya yang masih memiliki nilai apabila dikelola dengan baik. Inilah semangat yang terus kami bangun melalui BATIK MANGGUR BERSOLEK," katanya.

Hingga Maret 2025, inovasi tersebut berhasil mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA sebesar 3.923 kilogram atau hampir empat ton. Selain itu, hasil pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Ar Rozy Insani juga menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp8.484.100, yang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi.
Melalui BATIK MANGGUR BERSOLEK, RSUD Ar Rozy berharap dapat memperkuat budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pegawai maupun masyarakat, serta mewujudkan rumah sakit yang ramah lingkungan (Green Hospital). Inovasi ini juga diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain dalam menerapkan pengelolaan sampah yang inovatif, solutif, dan bernilai ekonomi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Probolinggo.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT