Cegah Kegagalan Klaim BPJS, Mahasiswa Unipdu Kembangkan “Alarm Fragmentasi” di RSUD Ar Rozy

Cegah Kegagalan Klaim BPJS, Mahasiswa Unipdu Kembangkan “Alarm Fragmentasi” di RSUD Ar Rozy

Lima orang Mahasiswa residensi, Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (Unipdu) Jombang, mengembangkan inovasi “Alarm Fragmentasi” di RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo. Inovasi tersebut dirancang untuk membantu rumah sakit mendeteksi lebih dini potensi fragmentasi pelayanan yang dapat berdampak pada klaim BPJS Kesehatan.

Alarm Fragmentasi merupakan sistem deteksi dini yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Khanza. Sistem ini diharapkan dapat memberikan peringatan ketika terdapat kunjungan berulang pasien rawat jalan dengan diagnosis serupa dalam kurun waktu kurang dari tujuh hari.

Kondisi tersebut berpotensi dikategorikan sebagai fragmentasi dalam proses klaim BPJS Kesehatan. Dalam sistem klaim, kunjungan dengan kondisi tertentu dapat diperhitungkan sebagai satu periode pelayanan sehingga berpotensi menyebabkan klaim tidak dibayarkan.

“Potensi fragmentasi di RSUD Ar Rozy itu ada. Ini juga tergantung kebijakan BPJS Kesehatan. Sebelumnya fragmentasi masuk pending, sekarang bisa menjadi tidak layak,” kata dr. Isna Hajar Mursyidah, salah satu mahasiswa residensi Unipdu.

Menurut dia, persoalan fragmentasi perlu mendapatkan perhatian karena sekitar 98 persen pembiayaan pelayanan di RSUD Ar Rozy berasal dari peserta BPJS Kesehatan. Kegagalan atau ketidakterbayaran klaim dapat meningkatkan beban pembiayaan rumah sakit.

“Akibatnya menimbulkan cost yang lebih besar karena ada potensi klaim yang tidak terbayar,” ujarnya.

Melalui inovasi Alarm Fragmentasi, mahasiswa residensi diharapkan mampu menghasilkan sistem yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam proses pelayanan dan administrasi rumah sakit.

Program residensi tersebut berlangsung selama dua minggu. Selama periode tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan keluaran yang bisa langsung diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi RSUD Ar Rozy.

Dosen pembimbing akademik sekaligus Direktur Pascasarjana Unipdu, Dr. Achmad Zakaria, S.KM., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas sambutan RSUD Ar Rozy terhadap pelaksanaan residensi mahasiswa.

“Terima kasih atas penerimaan yang hangat dari RSUD Ar Rozy. Ini adalah awal yang akan membuka jalan kerja sama ke depan dengan RSUD Ar Rozy,” kata Achmad.

Menurut dia, kegiatan residensi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi institusi tempat mereka belajar.

Ia mencontohkan mahasiswa Unipdu sebelumnya yang melaksanakan residensi di rumah sakit lain, dan menghasilkan sistem informasi penanganan keluhan atau handling complaint. Sistem tersebut kemudian berpotensi untuk diterapkan dalam operasional rumah sakit.

“Kami berharap jajaran manajemen apabila mahasiswa kami membutuhkan data-data pendukung dapat bekerja sama. Mahasiswa juga harus dapat berkomunikasi dengan baik dengan manajemen,” ujarnya.

Direktur RSUD Ar Rozy, dr. Mohammad Ali Yusni, Sp.B., FINACS mengatakan RSUD Ar Rozy saat ini memasuki tahun ketiga dalam pengembangan dan penguatan layanan rumah sakit. Kehadiran mahasiswa residensi diharapkan dapat memperkaya inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja rumah sakit.

“Harapannya dengan residensi ini menghasilkan inovasi-inovasi yang tentunya bisa kita manfaatkan,” katanya.

Ia menegaskan, manajemen RSUD Ar Rozy terbuka untuk mendukung kebutuhan mahasiswa selama proses residensi, termasuk data dan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Monggo, apa pun yang dibutuhkan akan kami support untuk menghasilkan hal yang berguna ke depannya. Setelah residensi, hasilnya akan kita manfaatkan bersama untuk kemajuan rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan residensi. Kerja sama dapat terus dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pengembangan program yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Jadi ada semacam simbiosis mutualisme. Mudah-mudahan silaturahim ini tetap terjaga. Semoga tidak hanya berhenti pada lima mahasiswa ini, tetapi saling ada getok tular,” katanya.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT