PIRO (Pill Reminder & QR Obat Edukatif) โ Dokumentasi RSUD Ar Rozy
Pelayanan kefarmasian di rumah sakit berfokus utama pada keselamatan pasien (Patient Safety) serta ketepatan dan efisiensi penggunaan obat. Namun, dalam praktik pelayanan sehari-hari, pasien penyakit kronis maupun pasien rawat jalan sering kali mengalami kendala dalam hal kepatuhan minum obat serta pemahaman tata cara penggunaan obat-obatan dengan teknik khusus.
Terbatasnya durasi pemberian Informasi, Edukasi, dan Konseling (KIE) di depo farmasi rawat jalan akibat tingginya volume antrean membuat pasien rawan lupa akan penjelasan lisan setelah sampai di rumah. Kejadian ini ditemukannya berbagai permasalahan operasional, seperti pasien lansia dan penderita kronis dengan regimen polifarmasi yang sering kebingungan mengatur jadwal harian konsumsi obat, hingga maraknya kesalahan penggunaan obat khusus seperti pen insulin, inhaler, atau tetes mata yang menyebabkan cairan obat terbuang sia-sia dan habis sebelum jadwal kontrol berikutnya. Selain itu, etiket kertas biasa yang melekat pada obat hanya memuat teks padat yang terbatas serta mudah rusak tanpa mampu menyediakan panduan visual yang praktis.
Untuk mengatasi masalah tersebut, hadir sebuah terobosan berupa inovasi PIRO (Pill Reminder & QR-Obat Edukatif) yang dikembangkan oleh Tim Inovasi PIRO RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo. Inovasi ini menerapkan pendekatan hibrida yang memadukan keunggulan solusi digital dan non-digital. Pada aspek digital, etiket obat-obatan dengan penanganan khusus dilengkapi dengan QR Code yang dapat langsung dipindai menggunakan kamera ponsel pintar untuk menampilkan video tutorial audio-visual interaktif mengenai petunjuk penggunaan alat medis yang benar secara berulang. Sementara pada aspek non-digital, disediakan Kartu "JADWAL OBATKU" berupa lembar panduan fisik yang didesain secara visual, personal, dan ramah lansia guna membantu pasien memantau waktu konsumsi obat harian mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari.
Penerapan inovasi PIRO dilandasi oleh regulasi kesehatan nasional dan tata kelola pemerintahan yang kuat, di antaranya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit yang menekankan pelayanan berorientasi pada keselamatan pasien, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menjamin hak masyarakat atas pelayanan kesehatan bermutu, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.
Keberhasilan pengembangan inovasi ini tidak terlepas dari peran aktif tim inovator yang terdiri dari Devi Margareta. A.Md. Farm, apt. Adrinta Prahatia Putri, S.Farm, Siti Khusnul Khotimah, A.Md. Farm, Prisila Saferina K., S.Tr.T, dan Satria Dwi Wahyu Novriyanto, A. Md.Kom
Alur kerja pelayanan PIRO dirancang secara praktis dan sistematis dalam kegiatan operasional depo farmasi. Saat penyiapan resep rawat jalan, petugas farmasi mencetak etiket ber-QR Code khusus untuk obat-obatan khusus serta menyiapkan Kartu "JADWAL OBATKU" yang telah disesuaikan dengan aturan pakai pasien. Pada saat penyerahan obat, petugas memberikan edukasi singkat mengenai cara membaca kartu jadwal sekaligus memperagakan cara memindai QR Code menggunakan ponsel. Setibanya di rumah, pasien beserta keluarga dapat memanfaatkan kartu fisik sebagai pengingat harian, dan apabila merasa ragu atau lupa akan petunjuk penggunaan alat, mereka cukup memindai QR Code pada etiket obat untuk menyaksikan kembali video tutorial pemakaian secara mandiri kapan saja dan di mana saja.
Sebelum diterapkan secara penuh dalam pelayanan rutin, inovasi PIRO telah melalui tahap uji coba terbatas kepada beberapa penerima manfaat dan pengguna obat khusus. Hasil evaluasi uji coba menunjukkan bahwa seluruh penerima manfaat merasakan kemudahan yang nyata dalam memahami cara pakai obat secara visual, terhindar dari kebingungan jadwal, dan menyatakan bahwa inovasi ini sangat bagus serta bermanfaat untuk terus dilanjutkan secara konsisten. Implementasi PIRO terbukti efektif meningkatkan kepatuhan minum obat, menekan risiko kesalahan penggunaan obat (medication error), memperluas jangkauan edukasi kefarmasian, serta meningkatkan efisiensi pelayanan dan indeks kepuasan masyarakat terhadap rumah sakit.
Inovasi ini juga mendapatkan apresiasi serta dukungan penuh dari Direktur RSUD Ar Rozy, dr. Mohammad Ali Yusni, Sp.B, FINACS. yang menyampaikan dukungan penuh kepada Tim Instalasi Farmasi dalam keikutsertaan lomba inovasi ANVAPRO Tingkat Kota Probolinggo melalui inovasi PIRO (Pill Reminder & QR-Obat Edukatif), disertai doa dan harapan agar Tim Inovator PIRO mampu memberikan kemajuan pelayanan kesehatan di RSUD Ar Rozy.
Semangat perbaikan pelayanan ini turut dirasakan langsung oleh masyarakat, sebagaimana diungkapkan oleh salah satu pasien penerima manfaat yang menyampaikan rasa terima kasihnya karena inovasi PIRO sangat praktis dan mudah dipahami, sehingga pasien tidak lagi bingung mengatur jadwal minum obat dan dapat melihat tutorial cara penggunaan obat kapan saja langsung dari layar HP.
Simak video edukasi terkait Cara Pemakaian obat khusus dengan inovasi PIRO pada link berikut: