Cegah Duplikasi Obat dalam Hitungan Detik, RSUD Ar Rozy Hadirkan Inovasi Digital "SIAGA ABIS"
Admin
RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo
Cegah Duplikasi Obat dalam Hitungan Detik, RSUD Ar Rozy Hadirkan Inovasi Digital "SIAGA ABIS" — Dokumentasi RSUD Ar Rozy
Dalam pelayanan rumah sakit, pasien sering kali ditangani oleh lebih dari satu dokter spesialis secara bersamaan (co-management). Tanpa sistem rekam medis digital yang saling terhubung secara terperinci dan otomatis, resep obat antar-dokter berisiko tumpang tindih tanpa disengaja.
Hasil evaluasi internal RSUD Ar Rozy pada periode Januari–Maret 2026 terhadap sampling 100 pasien rawat inap menemukan 60 kejadian duplikasi antibiotik pada tahap peresepan, di mana 80% di antaranya terjadi pada pasien co-management.
Duplikasi resep antibiotik yang tidak terdeteksi sejak awal berisiko memicu toksisitas obat, memperpanjang hari perawatan, membengkakkan beban biaya pasien, serta mempercepat resistensi antimikroba—sebuah ancaman kesehatan global yang kerap dikenal sebagai silent pandemic.
Untuk menutup celah tersebut, RSUD Ar Rozy menghadirkan inovasi SIAGA ABIS (Sistem Informasi Alert Ganda Antibiotik Berbasis Integrasi SIMRS). SIAGA ABIS merupakan modul tambahan (add-on) yang terintegrasi langsung pada sistem peresepan elektronik SIMRS RSUD Ar Rozy.
Alur kerja SIAGA ABIS dirancang efisien tanpa mengganggu atau memperlambat alur pelayanan dokter:
• Deteksi Instan (< 1 Detik): Saat dokter menginput resep antibiotik yang zat aktifnya tumpang tindih dengan terapi pasien yang sedang berjalan, sistem langsung memunculkan peringatan otomatis (soft alert) di layar monitor.
• Tampilan Riwayat Obat Lengkap: Dokter dapat langsung melihat rincian zat aktif, merek dagang, dosis, hingga durasi terapi pasien dalam satu tampilan terpadu tanpa perlu membongkar rekam medis fisik.
• Kendali Tetap pada Dokter (Override Klinis): Untuk kondisi medis gawat darurat (cito), dokter tetap memiliki wewenang melanjutkan resep (override) dengan memasukkan alasan pertimbangan klinis yang sah.
• Rekaman Audit Mutu Otomatis: Setiap keputusan klinis terekam otomatis sebagai bahan evaluasi dan audit berkala oleh Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) dan Instalasi Farmasi RS.
Sebelum diterapkan secara penuh, purwarupa ( prototype ) SIAGA ABIS telah diuji coba kepada 19 dokter pengguna SIMRS, dan seluruh responden (100%) menyatakan bahwa inovasi ini tepat, bermanfaat, serta sangat membantu pertimbangan klinis peresepan obat.
Setelah tahap sosialisasi dan penerapan resmi sejak Mei 2026, angka insiden duplikasi resep antibiotik di RSUD Ar Rozy berhasil ditekan secara signifikan dari 60 kejadian menjadi 32 kejadian.
"Saya menyambut baik dan mendukung penuh lahirnya inovasi SIAGA ABIS. Inovasi ini hadir sebagai wujud nyata komitmen RSUD Ar Rozy dalam merespons tantangan pelayanan kesehatan modern berbasis digitalisasi, sekaligus menjadi langkah strategis rumah sakit dalam memperkuat mutu pelayanan dan keselamatan pasien yang selalu menjadi prioritas utama kita bersama."
— dr. Mohammad Ali Yusni, Sp.B, FINACS (Direktur RSUD Ar Rozy)
"Inovasi yang sangat baik, mudah diakses, dan bermanfaat, bisa dikembangkan dengan penambahan durasi penggunaan antibiotik agar lebih mudah dalam memutuskan keberlanjutan terapi."
— dr. Adrian, Sp.P (Dokter Spesialis Paru RSUD Ar Rozy)
Pengembangan inovasi SIAGA ABIS sejalan dengan arahan Permenkes No. 8 Tahun 2015 tentang Pengendalian Resistensi Antimikroba, pilar Transformasi Teknologi Kesehatan Kemenkes RI, serta semangat tata kelola inovasi daerah sesuai PP No. 38 Tahun 2017.
Inovasi ini diinisiasi dan dikembangkan oleh tim kolaboratif lintas disiplin RSUD Ar Rozy yang terdiri dari: apt. Karina Larasati, S.Farm, drg. Ratih Damayanti, Irfan Fauzi, A.Md, dan apt. Roisya Marzuqi, S.Farm.